Spansagaba.com, Gedungaji Baru – “Guru adalah pengganti orang tua selama si anak berada di sekolah. Jadi apapun didikan yang diberikan guru, tidaklah mungkin menyesatkan anaknya. Andaipun ada guru yang mencubit, menjewer atau jenis hukuman lainnya, itu dilakukan bukan karena guru benci, melainkan karena guru ingin si anak menjadi lebih baik, sehingga ke depannya bisa menjadi orang yang sukses.”
Hal itu disampaikan Camat Gedungaji Baru, Sutiyo, S.Pd.,M.Pd. pada saat menjadi pembina upacara di SMK Esa Kencana Gedungaji Baru Tulang Bawang, Senin (10/02/2020).
Kehadirannya disambut dengan hangat oleh seluruh warga sekolah.
“Setelah 15 tahun sekolah ini berdiri, beliau hadir juga di sekolah ini. Dengan perasaan penuh haru, bangga, dan senang campur aduk, tumpah ruah di sekolah kami. Semoga ini bagian dari awal yang baik.Terima kasih Bapak Sutiyo, semoga Bapak sehat selalu, dan dapat membanggakan Kecamatan Gedungaji Baru,” ungkap Abdul Halim, Kepala Sekolah setempat.
Selanjutnya Camat Sutiyo mengatakan,”Selama menjadi pelajar, agar anak-anak tidak melakukan hal yang dapat merugikan banyak pihak. Terlebih untuk diri sendiri, misalnya narkoba, miras, sex bebas, dll. Karena, yang akan menanggung malu bukan cuma kalian tetapi semua akan ikut menanggungnya, termasuk sekolah.”
Di samping itu beliau menceritakan sejarah singkat tentang pribadi beliau dari keadaan susah menjadi guru, kepala sekolah, dan naik menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Gedungaji Baru dan terakhir sebagai Kepala UPTD Pendidikan Banjar Margo sampai menjadi Camat. Semua diraih bukan begitu saja, tapi lewat perjalanan panjang yang penuh liku-liku. Dengan sabar, tabah dan pantang menyerah semua dilaluinya. Insya Allah akan ada hasil pada akhirnya.
Karena, “Manjadda Wajjadda” (siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia yang akan berhasil).
< & >

