Memetik Hikmah dari “LCT ABS” Tingkat Kecamatan se-Kab. Tulang Bawang

Spansagaba.com, Gedungaji Baru – Perhelatan Lomba Cepat Tepat ( LCT ) Gerakan Ayo Belajar Subuh Jenjang SD/MI dan SMP/MTs tingkat kecamatan se-Kabupaten Tulang Bawang telah selesai diselenggarakan.

Para pemenang sudah diumumkan. Mereka berhak atas tiket untuk ‘bertarung’ pada lomba LCT Gerakan “Ayo Belajar Subuh” tingkat Kabupaten Tulang Bawang pada 5 Maret 2020 yang akan datang di GSG Menggala.

Mencermati hasil LCT, khususnya untuk jenjang SMP/MTs. ada hal menarik perhatian.

Dari laporan yang masuk ke panitia LCT tingkat kabupaten dari 15 kecamatan di Tulang Bawang, 14 kecamatan yang menyelenggarakan LCT. Hal ini terjadi karena 1 kecamatan yaitu Kecamatan Gedungaji menggabungkan diri ke Kecamatan Meraksa Aji.

Lantas apa yang menarik perhatian?

Setelah dicermati, ternyata kemenangan LCT itu didominasi oleh sekolah-sekolah yang ‘tidak diunggulkan’.

Untuk LCT jenjang SMP/MTs. hanya 28% kemenangan diraih oleh “SMP Negeri 1”. Selebihnya, sebanyak 72% dimenangkan oleh sekolah dengan urutan 2, 3, dan bahkan sekolah swasta.

Ini adalah fenomena baru. Karena selama ini kita berasumsi bahwa sekolah negeri, apalagi ‘negeri 1’ memiliki nilai plus dibandingkan sekolah negeri 2, 3, atau sekolah swasta.

Mengapa ada asumsi seperti itu?

Sekolah ‘negeri 1’ adalah yang pertama lahir di kecamatan itu. Layaknya anak pertama tentu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang. Kelebihan sekolah ‘negeri 1’ adalah :
1. memiliki guru lebih senior,
2. memiliki fasilitas yang lebih lengkap,
3. memiliki tempat yang lebih strategis sehingga mudah dijangkau, dll.

Tanpa bermaksud menomorduakan sekolah negei 2, 3, bahkan sekolah swasta kenyataan itu harus dipandang sebagai ‘kegagalan bagi sekolah negeri 1’.

Bagaimanapun juga sekolah yang guru-gurunya senior tentu memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada sekolah yang lainnya.

Sekolah yang berfasilitas lebih lengkap seharusnya akan lebih mudah pula mengembangkan pptensi anak-anak didiknya.

Atau ini dampak dari “zonasi PPDB” yang sudah kita laksanakan?

Akankan fenomena ini terulang? Atau sekolah ‘negeri 1’ akan membuktikannya sebagai status quo, bahwa ‘yang tua harus selalu menang’ ?

Kita akan membuktikannya dalam LCT tingkat kabupaten pada 5 Maret 2020 di GSG Menggala.

< & >

Diterbitkan oleh redaksigaba1

Pengasuh redaksi Blog SMPN 1 Gedung Aji Baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai