Spansagaba.com, Suka Bhakti – Sebanyak 138 siswa-siswi SMPN 1 Gedungaji Baru Kabupaten Tulang Bawang mengikuti gladi bersih Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020.

Foto : Peserta siap memasuli ruangan Gladi Bersih sesi kedua.
Kepala SMPN 1 Gedungaji Baru, Rustoyo, S.Pd. mengatakan bahwa sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kegiatan gladi bersih UNBK 2020 jenjang SMP/MTs. akan berlangasung selama 3 hari yang dimulai hari Senin sampai dengan Rabu ( 2 – 4 Maret 2020 ).
Gladi bersih ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan menu-menu baru atau sistem teknis dan non-teknis pada saat pelaksanaan UNBK. Yang jelas untuk memastikan kesiapan sekolah yang akan melaksanakan UNBK.

Ketua paniti UNBK 2020 di depan ruang ujian.
Selain itu tujuan gladi ini untuk memperkenalkan bentuk soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) kepada siswa dan guru.
Jadi, secara umum tujuan pelaksanaan gladi bersih ini adalah untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menghadapi UNBK utama yang akan dilaksanakan pada 20 sampai dengan 23 April 2020 mendatang.
Terkait pelaksanaan gladi bersih UNBK di SMPN 1 Gedungaji Baru, Windy Indrawati, M.Pd., ketua panitia UNBK setempat mengatakan bahwa peserta UNBK tahun ini adalah 138 siswa terdiri atas 77 laki-laki dan 61 perempuan. Mereka dibagi menjadi 2 ruang ujian. Masing-masing ruang ujian melaksanakan kegiatan dalam 3 sesi.
“Alhamdulillah pelaksanaan gladi bersih sesi pertama tadi berlangsung dengan lancar dan saat ini sedang berlangsung sesi kedua. Mudah-mudahan juga lancar sampai sesi ketiga nanti,” harap Windy diamini bapak dan ibu guru yang lain.
Sementara itu Yusmala Adinta, S.Pd.,sekretaris panitia ketika ditanya kendala yang dihadapi, mengatakan bahwa kendala terberat kita adalah masalah pengadaan arus PLN.
Untuk diketahui sampai saat ini SMPN 1 Gedungaji Baru masih menggunakan tenaga Diesel untuk menghidupkan komputer. Khususnya pada saat melaksanakan serangkaian UNBK, dimulai dari simulasi sampai dengan UNBK utama.
“Ironisnya, sekolah kami terlewati oleh jaringan PLN,” imbuh Niken, Kepala TU setempat.
< & >
