Covid-19 “Pembawa Hikmah”

Spansagaba.com, Gedungaji Baru – Corona Virus Desease (Covid-19) menjadi cerita di tahun 2020.

Semua rencana kerja, strategi dan target yang menjadi misi seketika menjadi “ambyar”. Hal ini tentunya sangat berdampak di semua bidang kehidupan, tak terkecuali di bidang pendidikan.

Agenda Nasional seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan berbagai kegiatan olimpiade pun terpaksa dibatalkan karena Covid-19 yang mewabah. Belum lagi berbagai agenda pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas.

Apa sih yang mereka cari?
Sungguh, Covid-19 membuyarkan keasyikan mereka.

Guru yang menjadi subjek penggerak, bukanlah tak merasa “galau” dengan musibah ini, guru tetap memiliki beban moral yang harus dituntaskan berkaitan dengan tugasnya selaku pengajar dan pendidik.

Guru tetap memutar otaknya untuk mencari strategi yang tepat dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dialihkan ke rumah, agar siswa tetap terpenuhi “nutrisi otaknya” tanpa merasa bosan. Melalui ruang jelajah dunia maya tentunya tak sepenuhnya mampu menggantikan ruang belajar di kelas. Namun setidaknya usaha guru di tengah kegalauan dan tuntutan kewajiban perlu dihargai.

Keasyikan kami yang kini diporak-porandakan Covid-19.

Usaha yang sudah para guru lakukan, khususnya di tempat saya bertugas-SMP Negeri 1 Gedungaji Baru, terlihat dari berbagai metode yang dilakukan, misalnya share tugas dan materi baik dalam bentuk file pdf sampai video, melalui media chatting WA.

Ada juga guru yang membuka google classroom yang menjadi wadah bagi guru dan siswa berinteraksi, berbagi bahan ajar dan latihan soal. Selain itu, juga terpantau guru yang menggunakan aplikasi game soal. Di samping itu ada yang mencoba video conference dari webex.com guna mengurangi rasa “kangen” berjumpa dengan anak didik. Ini menjadi kesempatan bagi kita, guru dan siswa saling berbagi cerita terkait “libur” karena Covid-19 dan guru berkesempatan memberi imbauan, pengetahuan tentang virus tsb. secara langsung.

Ini bukanlah pembelaan terhadap profesi guru yang sebagian orang mencibirnya di tengah pandemic ini. Ini adalah kenyataan yang saya alami.

Dulu, sebelum si Covid-19 tiba.

Setiap profesi mempunyai cerita sendiri-sendiri, punya tantangan serta hambatan masing-masing. Sehingga berpikir bijak adalah hal yang paling baik di tengah kegalauan yang sedang dirasakan bangsa ini.

Insha Allah imunitas kita akan bertambah dan Covid-19 segera musnah. Aamiin

{ Windy }

Diterbitkan oleh redaksigaba1

Pengasuh redaksi Blog SMPN 1 Gedung Aji Baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai