Seri MPLS, 5. Pendidikan Berkarakter (Sumarsih, S.Pd.)

Spansagaba.com, Gedung Aji Baru -Pemahaman tentang pendidikan karakter tetap menjadi fenomena, karena mencakup pendekatan yang sangat luas dengan target tujuan, strategis pedagogis, dan orientasi filosofis. Althof dan Berkowits mengidentifikasi perbedaan pendidikan moral dan pendidikan karakter. Pendidikan moral focus pengajarannya pada pengembangan penalaran rasa keadilan dan moralitas terhadap keperdulian antar individu. Pendidikan karakter fokus pengajarannya pada pengembangan karakter dari dalam (rohani) dan pengembangan karakter dari luar (jasmani) individu.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang.

Tujuan pendidikan karakter adalah:

  1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa;
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilainilai dan pembaruan tata kehidupan sehingga dapat membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, serta dapat ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter

Menurut Kemendiknas nilai-nilai materi pendidikan karakter mencakup aspek-aspek berikut:

  1. Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  6. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri: Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis: Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  10. Semangat Kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta Tanah Air: Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  12. Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/Komuniktif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain
  14. Cinta Damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
  15. Gemar Membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli Sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  18. Tanggung-jawab: Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, social dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
  1. Jenis-Jenis Pendidikan Karakter

Ada empat jenis pendidikan karakter yang selama ini dikenal dan dilaksanakan dalam proses pendidikan yaitu:

  1. Pendidikan karakter berbasis nilai dan religius, contoh manusia mempunyai hak dalam beribadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
  2. Pendidikan karakter berbasis nilai budaya, contoh warga negara Indonesia wajib mengamalkan Pancasila.
  3. Pendidikan Karakter berbasis lingkungan, contoh manusia yang mempunyai karakter baik tidak membuang sampah sembarangan.
  4. Pendidikan karakter berbasis potensi diri, contoh sebagai calon pendidik (guru) mempunyai kualitas sebagai guru professional

KESIMPULAN

  1. Pengertian pendidikan karakter

Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilai – nilai dan pembaruan tata kehidupan sehingga dapat membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, serta dapat ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter
    1. Religius
    2. Jujur
    3. Toleransi
    4. Disiplin
    5. Kerja Keras
    6. Kreatif
    7. Mandiri
    8. Demokratis
    9. Rasa Ingin Tahu
    10. Semangat Kebangsaan
    11. Cinta Tanah Air
    12. Menghargai Prestasi
    13. Bersahabat/Komuniktif
    14. Cinta Damai
    15. Gemar Membaca
    16. Peduli Lingkungan
    17. Peduli Sosial
    18. Tanggung – jawab
  1. Jenis-Jenis Pendidikan Karakter
  1. Pendidikan karakter berbasis nilai dan religious
  2. Pendidikan karakter berbasis nilai budaya
  3. Pendidikan Karakter berbasis lingkungan
  4. Pendidikan karakter berbasis potensi diri
  1. Metode Pendidikan Karakter

Metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata peajaran. Metode dalam pendidikan karakter cenderung menggunakan pembelajaran yang konservatif dan hierarkhis.

  1. Penilaian Pendidikan Karakter

Penilaian dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur perkembangan kepribadian siswa. Bahkan perlu diupayakan bahwa teknik penilaian yang diaplikasikan mengembangkan kepribadian siswa sekaligus.

SUMBER BAHAN

Bahan Dasar Peningkatan Wawasan Keagamaan (Islam) Guru Bukan Pendidikan Agama SLTP dan SMA, Depdiknas Dirjen Dikdasmen Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru, Jakarta.

Draf Pedoman Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Jakarta : Kemendiknas.

http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/28/peranan-guru-dalam-pengembangan-pendidikan-karakter-di-sekolah/(di unduh pada tanggal 13 juli 2020)

http://kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/05/makalah-pendidikan-karakter-dalam.html (di unduh pada tanggal 13 juli 2020)

< Sumarsih >

Diterbitkan oleh redaksigaba1

Pengasuh redaksi Blog SMPN 1 Gedung Aji Baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai