smpn1gedungajibaru.school.blog, Gedung Aji Baru – Belum genap satu bulan sejak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas 100% diterapkan pada tanggal 10 Januari 2022 yang lalu, kini kebijakan itu dicabut kembali.
Senin (7/2/2022) Kepala Dinas Pendidikan Kab. Tulang Bawang, Ristu Irham, S.Pd.,M.M. menandatangi surat bernomor 420/412/V.1-D1/TB/II/2022 perihal “Penyesuaian Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19”.
Dasar hukum pengambilan langkah itu adalah 1. SE Mendikbud Ristek No. 2 tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, 2. Keputusan rapat Bupati bersama Forkopimda Tulang Bawang tanggal 7 Februari 2022.
Ada 2 poin yang disampaikan Kadisdik dalam surat itu, yakni :
- Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 varian baru Omicron yang mulai meningkat maka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang semula sudah 100%, mulai Selasa (8/1/2022) diubah kembali menjadi PTM Terbatas 50% dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
- Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan sistem sif dan pengaturannya diserahkan kepada Satuan Pendidikan masing-masing.
Sehari sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Yenny Nugraheni, S.Pd. telah melakukan dialog bersama Kepala SMP se-Tulang Bawang terkait informasi masuknya varian baru Covid-19 ‘Omicron’ tersebut ke wilayah Provinsi Lampung. Dialog dilakukan melalui grup aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Sekdisdik Yenny mengatakan, “Kami perlu masukan dari para kepala sekolah selaku pelaku yang mengatur dan telah melakukan pernyataan untuk siap melakukan Prokes disekolahnya.Terkadang penyataan itu tidak semudah setelah riil kita mangalaminya.
Awalnya kita ingin PTM karena terbebani dengan kompetensi siswa selama pandemi yang tidak maksimal. Siswa tidak memenuhi harapan sekolah untuk belajar dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Ini beban tersendiri yang dihadapi para guru. Oleh karena itu, sebelum PTM kita buka kami minta komitmen para kepala sekolah untuk dapat bekerjasama agar PTM ini berjalan tanpa kendala apapun, terlebih lagi jangan sampai ada kasus di sekolah kita. Semua pertimbangan ada di bapak ibu sekalian”.
Lanjutnya, “Bila 50 % apa masalahnya ….
Bila tetap 100 % … jelaskan masalahnya ….
Maka dari itu bila ini sulit dilakukan silakan sekolah bersama guru dan pengawas mendiskusikannya kembali. Bagaimana caranya agar siswa tetap sekolah. Gurunya cukup dan sedikit berkorban, serta tidak memicu timbulnya hal-hal yg tidak kita inginkan”, demikian harapan ibu Yenny.
< & >