Pertemuan Pertama di Tengah Pandemi Covid-19 sejak 17 Maret 2020

Spansagaba.com, Suka Bhakti – Apa yang Anda rasakan setelah lebih dari 2 bulan tidak bertemu dengan orang-orang yang Anda cintai?

Biasanya setiap hari kita bercanda dan bercengkerama. Sesekali tidak bertegur sapa. Saling menikmati kesendirian masing-masing. Tapi hanya satu atau dua hari. Setelah itu kembali suka cita mewarnai hari-hari kita.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Adalah Virus Corona atau Coronavirus Desease (Covid-19) yang mengubah itu semua. Sejak virus itu masuk ke negeri ini pada bulan Januari yang lalu (https://m.liputan6.com/news/read/4231838/ahli-epidemiologi-ui-sebut-virus-corona-menyebar-di-indonesia-sejak-januari-2020) tatanan kehidupan masyarakat Indonesia berubah.

Menggunakan hand sanitazer untuk mensterilkan diri dari virus.

Benar, bahwa Covid-19 mengubah kehidupan umat manusia, bukan hanya di Indonesia melainkan hampir di seluruh negara di dunia. Betapa tidak, aktivitas yg biasanya dikerjakan di luar rumah harus ‘di rumah saja’, ke mana-mana dibatasi, harus jaga jarak sosial dan fisik (social and physical distancing ), harus selalu mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dsb.

Pelayanan dibuat berjarak untuk memecah kerumunan.

Maka, ketika diumumkan bahwa siswa kelas 9 akan mengembalikan buku perpustakaan ke sekolah tentu hal itu disambut suka cita oleh guru dan siswa.

Tidak masalah kalau semuanya harus diatur sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Karena sejak awal sudah kami antisipasi.

Mencuci tangan setelah beraktifitas.

Demikianlah, Covid-19 yang telah membuat ‘ambyar’ semua agenda. Namun demikian hal itu harus kita hadapi dengan pola kehidupan yang baru. Atau lebih sering disebut Kenormalan Baru (New Normal).

< & >

Diterbitkan oleh redaksigaba1

Pengasuh redaksi Blog SMPN 1 Gedung Aji Baru

2 tanggapan untuk “Pertemuan Pertama di Tengah Pandemi Covid-19 sejak 17 Maret 2020

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai