Spensagaba, Gedung Aji Baru – “Masih anak-anak, yakin mau nikah?”
Pertanyaan menggelitik itu merupakan bunyi judul poster sekaligus jargon Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang.

Poster itu mengajak kita semua untuk mencegah ‘pernikahan dini’.
Pernikahan dini dinilai banyak menimbulkan dampak negatif dan resiko besar bagi anak.
Di antaranya adalah dampak terhadap pendidikan, ekonomi, kesehatan fisik dan mental, dan dampak lainnya.

Untuk diketahui, Kabid. PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang – Yenny Puspitasari dan tim melaksanakan koordinasi pencegahan tindak kekerasan di lingkup pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 1 Gedung Aji Baru pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Terdapat 2 isu besar yang disampaikan dalam koordinasi itu, yakni bullying atau perundungan dan pernikahan dini.
Kegiatan itu dilaksanakan guna memastikan bahwa satuan pendidikan terbebas dari 2 isu tersebut.
Pada kesempatan itu, kepala sekolah setempat Rustoyo, S.Pd. menyampaikan bahwa kasus pernikahan dini di sekolah ini belum pernah ditemukan.

Sementara untuk bullying atau perundungan beberapa kali terjadi tetapi semuanya dapat diselesaikan oleh Tim Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah yang berkoordinasi dengan Komite Sekolah.
Pada akhir kegiatan, Kabid PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyerahkan 2 buah banner dan 50 eksemplar brosur tentang Pencegahan Bullying dan Pernikahan dini di sekolah.
<<< &&&&& >>>